Jumat, 03 Juni 2016

CERPEN


Tragedi Malam Hari
Hari demi hari terus berlalu, Ayu tak henti-hentinya menanyakan keberadaan Ucil, kucing kesayangannya.
“Yah, Ucil dimana ya?” tanya Ayu kepada ayahnya.
“Mungkin sedang bermain. Tunggu saja, biasanya juga pulang sendiri,” jawab ayah menghibur Ayu.
Ya, sudah satu minggu terakhir kucing kesayangan Ayu yang baru lahir beberapa bulan yng lalu itu tidak ada dirumah. Tidak hanya kucing kecilnya, induknya pun juga tidak pulang ke rumah. Ayu sangat menyayangi kucing kecilnya yang baru aktif-aktifnya itu. Hanya dia yang menemani hari-hari Ayu. Ayah dan ibunya kerja dan hanya malam hari mereka bertemu. Itupun dalam keadaan capek karena sudah bekerja seharian sehingga orangtuanya langsung istirahat. Ayu hanya bisa diam dan mencoba memahaminya. Kakaknya berada di rumah, tetapi sibuk dengan media sosialnya. Hanya kucingnya yang bisa diajak bermain yang saat ini malah tidak pulang.
Melamun. Malam yang sepi dan dingin, Ayu duduk melamun di sudut kamarnya. Dia terus memikirkan kucingnya yang hilang.
 Ayah menghampiri Ayu seraya berkata, “Sudah, tidak perlu bersedih. Nanti pasti pulang sendiri. Kalaupun tidak pulang, ya ikhlaskan saja,”
“Tapi Yah,” perkataannya terpotong.
“Ayah tahu kamu sudah merawatnya dari kecil, menjaganya, dan sangat menyayanginya. Tapi tak ada gunanya kamu bersedih hanya karena kucing,” ucap Ayah lalu keluar dari kamar Ayu, belum sempat Ayu menimpalnya.
Ayu teringat ada tugas yang harus dikumpulkan besok. Ayu mengerjakannya dan mencoba merelakan kucingnya. Sedang santainya mengerjakan tugas, kakak dan ibu Ayu masuk ke dalam kamar. Mereka bermaksud untuk menghibur Ayu. Mereka mencoba berbicara hal baru untuk mengalihkan kesedihan Ayu, namun Ayu tetap membahas kucingnya yang hilang.
“Aku bersumpah kalau orang yang membunuh atau meracuni kucing akan terkena penyakit parah dan tidak bisa sembuh,” ucap Ayu saat berbincang dengan ibu dan kakaknya.
Tiba-tiba pyaarr..., sebuah gelas yang ada di depan Ayu dibanting. Ayu terperanjak dan ibunya langsung naik darah. Ini sudah kesekian kalinya kalau ada yang marah pasti suasana rumah menjadi kacau. Ayu takut, ia langsung berlari menuju kamar depan dan mengunci kamar. Semua orang yang ada di dalam rumah mendekati tempat suara. Sempat terjadi kekacauan diluar kamar, Ayu hanya menangis di dalam kamar. Ayahnya mencoba membujuk Ayu untuk membuka pintu kamar namun Ayu tidak membukakan pintu kamar. Ayahnya masih tetap membujuk dan mengancam akan mendobrak pintu kamar. Ayu kemudian membukakan pintu kamar.
“Ada apa Yu, kenapa kamu menangis?” tanya Ayah.
“Tidak apa-apa kok Yah,” jawab Ayu sesenggukan.
“Tidak mungkin kamu tidak kenapa-kenapa orang kamu aja menangis,”
“Ayu capek Ayah, setiap hari Ayu sendiri, cuma bermain dengan kucing tetapi malah kucing Ayu hilang,”
“Ayu sering ingin bercerita, ada waktu luang dengan keluarga, tapi apa, semua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ayu tahu itu semua demi Ayu, tapi Ayu juga ingin kebersamaan,”
“Ayah tahu, maafkan Ayah Yu, nanti Ayah carikan kucing lagi untuk kamu. Sudah, sekarang Ayu teruskan belajarnya, biar Ayah bereskan pecahan kacanya,”
Kemudian Ayu melanjutkan belajar di kamar depan. Barang-barang yang ada di kamar belakang tadi sudah dibawa Ayu kedepan waktu gelas dibanting.
Ayu masih terisak dan masih teringat kejadian tadi. Ini sudah kesekian kalinya Ayu mengalami tragedi. Tragedi yang dari kecil sudah Ayu alami. Mulai dari barang pecah, pukulan, dan kejadian lainnya yang masih terekam jelas di memori Ayu.
            Sejak saat itu selama beberapa hari Ayu terdiam. Dia hanya berbicara seperlunya. Orang rumah sudah tahu kalau setelah ada kejadian yang membuat Ayu kembali trauma pasti dia hanya terdiam. Kali ini berbeda dengan biasanya. Cukup lama Ayu terdiam. Biasanya hanya beberapa hari saja. Setelah beberapa minggu suasana dalam rumah seperti biasa dan Ayu mempunyaikucing baru lagi.
THE END

LAPORAN PLS


LAPORAN PERJALANAN
PELAJARAN LUAR SEKOLAH



Selasa, 16 Februari 2016 SMA N 2 Magelang mengadakan pelajaran luar sekolah atau sering disebut dengan (PLS). Pelajaran luar sekolah ini diadakan setiap satu tahun sekali. Untuk tahun ini pelajaran luar sekolah di PT Sritex dan tujuan utama dari PLS adalah Museum Sangiran. PLS diikuti oleh seluruh siswa kelas X yang berjumlah kurang lebih 260 siswa. Kami berangkat dari sekolah sekitar pukul 07.00 WIB dengan menggunakan bus yang sudah disediakan oleh sekolah. Ada 6 bus yang mengantar kami menuju tempat tujuan PLS.
Kunjungan pertama adalah PT Sritex (Sri Rejeki Isman). PT Sritex terletah di Jalan K.H. Samanhudi 88, Jetis, Sukoharjo 57511, Solo, Jawa Tengah. Kami tiba di PT Sritex sekitar pukul 11.00 WIB. PT Sritex merupakan perusahaan tekstil di Jawa Tengah. PT Sritex didirikan oleh Bapak Lukminto pada 22 Mei 1978. Dari informasi yang kami peroleh, Pt Sritex merupakan perusahaan terintegrasi terbesar di Asia Tenggara. Luas PT Sritex 135 hadan dengan 25.000 karyawan yang dibagi menjadi beberapa bagian. Kami rombongan PLS dibagi menjadi dua keloter karena tidak memungkinkan umtuk satu kali masuk. Saya mendapat keloter kedua. Di dalam PT Sritex kami hanya memutar tempat produksi saja karena kebetulan itu bukan jam kunjung. Setelah memutar ruangan yang cukup besar dan melihat bagaimana produksi tekstil kami keluar dan kembali ke bus masing-masing. Tidak jauh dari tempat produksi, tepatnya di bagian depan PT Sritex terdapat sebuah garmen. Di dalam garmen tersebut tersedia berbagai macam hasil tekstil dari PT Sritex. Hasil tekstilnya bagus dan tidak kalah dengan brand-brand yang ada di luar. Kami dipersilahkan masuk untuk membeli apa yang kami inginkan. Setelah puas berbelanja di garmen PT Sritex kami melanjutkan perjalanan ke Museum Sangiran.


Perjalanan dari PT Sritex ke Museum Sangiran sekitar dua setengah jam. Kami makan siang di dalam bus karena khawatir molor dari jadwal. Kami sampai di Museum Sangiran sekitar pukul 13.00 WIB. Museum Sangiran merupakan museum arkeologi yang terletak di Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah. Letak museum ini cukup jauh dari jalan raya. Kami harus masuk ke sebuah desa dengan jalan yang tidak rata. Apabila tudak ada tugu yang bertuliskan Museum Purbakala Sangiran tidak ada yang mengira bahwa di dalamnya terdapat sebuah museum yang sangat bagus. Museum berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Situs Sangiran memiliki luas mencapai 56 km² meliputi tiga kecamatan di Sragen (Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh) serta Kecamatan Gondangrejo yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar. Situs Sangiran berada di dalam kawasan Kubah Sangiran yang merupakan bagian dari depresi Solo, di kaki Gunung Lawu (17 km dari kota Solo). Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi objek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia. Kami dibagi menjadi dua keloter lagi untuk masuk ke museum supaya di dalam museum tidak terlalu padat dan informasi yang diberikan oleh guide tersampaikan dengan baik. Di dalam museum terdapat beberapa fosil peninggalan purbakala. Kami mengikuti guide dan mencatat apa yang diinformasikan untuk bahan membuat laporan. Setelah selesai kami keluar dan disuruh untuk salat dan berganti baju PLS yang diberikan oleh sekolah. 



Perjalanan dilanjutkan menuju Pasar Grosir Solo (PGS). Bus melaju dengan cukup cepat karena khawatir PGS sudah tutup. Namun sesampainya di PGS ternyata sudah tutup. Kemudian kami dialihkan menuju Solo Square yang lokasinya tidak jauh dari PGS. Kami diberi waktu selama dua jam di Solo Square. Setelah cukup berbelanja, membeli makanan, atau hanya sekedar berkeliling kami kembali ke dalam bus dan melanjutkan perjalanan menuju Rumah Makan Taman Sari untuk isoma. Setelah isoma akhirnya semua sudah selesai dan waktunya untuk kembali ke Magelang. Di perjalanan kami semua terlelap karena sudah kecapekan. Kami sampai di Magelang sekitar pukul 23.00 WIB. Terima kasih. 
  





Rabu, 09 Desember 2015

HUT SMADA


HUT SMADA
HUT SMADA atau hari ulang tahun SMAN 2 Magelang diperingati setiap setahun sekali pada tanggal 22 Oktober. Pada kesempatan HUT SMADA ke-36, hari ulang tahun SMAN 2 Magelang dirayakan dengan sangat meriah. Ada beberapa acara yang diadakan untuk merayakan HUT SMADA. Acara tersebut antara lain, mural painting untuk kelas XII, pentas seni dari tiap-tiap kelas di SMAN 2 Magelang, dan puncak acara yaitu jalan santai dan pembagian doorprize.
Mural painting diadakan untuk setiap kelas XII. Mural painting yaitu seni melukis. Acara tersebut dimulai sebelum HUT SMADA. Setiap perwakilan kelas melukis di tembok yang ada di samping sekolah. Mereka melukis sekreatif mungkin sesuai dengan tema HUT SMADA, yaitu Begarlist Infinity. Lukisan yang paling kreatif dan bagus itulah yang menjadi pemenangnya.
Pada tanggal 22 Oktober 2015 dilaksanakan upacara untuk memperingati HUT SMADA. Upacara ini dipimpin langsung oleh kepala SMAN 2 Magelang, Bapak Arief Fauzan secara langsung. Satu hari setelah hari H, yaitu tanggal 24 Oktober 2015 diadakan pentas seni dari setiap perwakilan kelas. Acara ini menggunakan dresscode oreo. Setiap perwakilan kelas menampilkan pentas seninya sesuai kategori yang dipilih. Kategori pentas seni yaitu dance,flashmop,drama,dan music. Setiapkelas menampilkan pentas seni yang berbeda. Acara ini sangat meriah karena setiap kelas menampilkan yang terbaik untuk merayakan HUT SMADA. Pada tanggal 25 Oktober 2015 merupakan puncak acara,yaitu jalan santai dan pembagian doorprize. Acara pada hari tersebut dibuka oleh Bapak Arief Fauzan dengan menerbangkan balon. Setelah pembukaan, jalan santai dimulai. Setelah jalan santai pembagian doorprize dimulai. Selama pembagian doorprize juga diselingi dengan penampilan bintang tamu. Bintang tamu yang diundang untuk memeriahkan HUT SMADA yaitu, Candy Trip, Los Pakualamos, dan masih banyak lagi bintang tamu dari local maupun luar kota. Akhir acara ditutup oleh penampilan Los Pakualamos dari Yogyakarta. Akhir dari perayaan HUT SMADA sangatlah meriah.