Rabu, 25 November 2015

TEKS ANEKDOT

Teks Anekdot
Murid dan Tikus
(Agustina Rahayuningtyas X MIA 4/01)

Suatu hari, guru mengumumkan bahwa besok akan ada kunjungan ke kantor DPR. Siswa menanggapi dengan acuh tak acuh. Ada juga yang terlihat tidak senang dengan pengumuman yang disampaikan oleh guru. Semua hal yang berbau politik apalagi DPR sudah menjadi momok bagi para siswa bahkan semua orang.
”Bu, kunjungan itu tidak wajib kan?” tanya salah satu muridnya.
”Ini wajib Nak.Kita harus tahu apa yang sebenarnya ada dalam kantor DPR, ” jawab Bu Guru.
Semua murid terdiam sejenak. Kemudian ada yang berbicara,
”Saya takut kalau harus ke kantor DPR Bu,”
“Lho,kenapa harus takut Nak, di sana kita akan disambut dengan baik,” jawab Bu Guru.
“Iya Bu, tapi orang tua saya pernah bicara kalau di kantor DPR banyak tikusnya. Saya takut dengan tikus Bu,“ timpal muridnya.
”Yang dimaksud orang tuamu itu politikus, ahli politik. Bukan tikus yang kamu takuti, “ jawab Bu Guru sambil menghela nafas dan penuh kesabaran.
“Tapi Bu, tikusnya suka menggerogoti. Saya nggak mau ikut ke kantor DPR!, ” bantah sang murid.
Guru sudah kehabisan jawaban dan akhirnya mengalihkan pembicaraan dengan dalih jam pelajaran hampir habis.
Keesokannya, semua murid datang ke kantor DPR dengan berkalung tulisan “INI KUCING” untuk menghilangkan rasa takutnya. Pegawai kantor DPR terlihat memasang muka masam, tapi mereka mencoba menutupinya.

1 komentar: